Teorema Bayes
Dalam teori probabilitas dan statistika, teorema Bayes
adalah sebuah teorema dengan dua penafsiran berbeda. Dalam penafsiran Bayes,
teorema ini menyatakan seberapa jauh derajat kepercayaan subjektif harus
berubah secara rasional ketika ada petunjuk baru. Dalam penafsiran frekuentis
teorema ini menjelaskan representasi invers probabilitas dua kejadian. Teorema
ini merupakan dasar dari statistika Bayes dan memiliki penerapan dalam sains,
rekayasa, ilmu ekonomi (terutama ilmu ekonomi mikro), teori permainan,
kedokteran dan hukum. Penerapan teorema Bayes untuk memperbarui kepercayaan
dinamakan inferens Bayes.
Misalkan kawan Anda bercerita dia bercakap-cakap akrab dengan
seseorang lain di atas kereta api. Tanpa informasi tambahan, peluang dia
bercakap-cakap dengan perempuan adalah 50%. Sekarang misalkan kawan Anda
menyebut bahwa orang lain di atas kereta api itu berambut panjang. Dari
keterangan baru ini tampaknya lebih bolehjadi kawan Anda bercakap-cakap dengan
perempuan, karena orang berambut panjang biasanya wanita. Teorema Bayes dapat
digunakan untuk menghitung besarnya peluang bahwa kawan Anda berbicara dengan
seorang wanita, bila diketahui berapa peluang seorang wanita berambut panjang.
Misalkan:
· W adalah
kejadian percakapan dilakukan dengan seorang wanita.
· L adalah
kejadian percakapan dilakukan dengan seorang berambut panjang
· M adalah
kejadian percakapan dilakukan dengan seorang pria
Kita dapat berasumsi bahwa wanita adalah setengah dari
populasi. Artinya peluang kawan Anda berbicara dengan wanita,
P(W) = 0,5
Misalkan juga bahwa diketahui 75 persen wanita berambut
panjang. Ini berarti bila kita mengetahui bahwa seseorang adalah wanita, peluangnya
berambut panjang adalah 0,75. Kita melambangkannya sebagai:
P(L|W) = 0,75
Sebagai keterangan tambahan kita juga mengetahui bahwa
peluang seorang pria berambut panjang adalah 0,3. Dengan kata lain:
P(L|M) = 0,3
Di sini kita mengasumsikan bahwa seseorang itu adalah pria
atau wanita, atau P(M) = 1 - P(W) = 0,5. Dengan kata lain M adalah kejadian
komplemen dari W.
Tujuan kita adalah menghitung peluang seseorang itu adalah
wanita bila diketahui dia berambut panjang, atau dalam notasi yang kita gunakan,
P(W|L). Menggunakan teorema Bayes, kita mendapatkan:
P(W|L) = \frac{P(L|W) P(W)}{P(L|W)P(W) + P(L|M)P(M)}
Di sini kita menggunakan aturan peluang total. Dengan
memasukkan nilai-nilai peluang yang diketahui ke dalam rumus di atas, kita
mendapatkan peluang seseorang itu wanita bila diketahui dia berambut panjang
adalah 0,714. Angka ini sesuai dengan intuisi awal kita, bahwa peluang kawan
kita itu bercakap-cakap dengan wanita meningkat.
Dari contoh di atas kita bisa merumuskan teorema Bayes
secara umum.
B. Teorema Bayes
Teorema Bayes, diambil dari nama Rev. Thomas Bayes,
menggambarkan hubungan antara peluang bersyarat dari dua kejadian A dan B
sebagai berikut:
OR
Contoh Dari
Teorema Bayes :
Di sebuah negara, diketahui bahwa 2% dari penduduknya
menderita sebuah penyakit langka. 97% dari hasil tes klinik adalah positif
bahwa seseorang menderita penyakit itu. Ketika seseorang yang tidak menderita
penyakit itu dites dengan tes yang sama, 9% dari hasil tes memberikan hasil
positif yang salah.
Jika sembarang orang dari negara itu mengambil test dan
mendapat hasil positif, berapakah peluang bahwa dia benar-benar menderita
penyakit langka itu?
Secara sepintas, nampaknya bahwa ada peluang yang besar
bahwa orang itu memang benar-benar menderita penyakit langka itu. Karena kita
tahu bahwa hasil test klinik yang cukup akurat (97%). Tetapi apakah benar
demikian? Marilah kita lihat perhitungan matematikanya.
Marilah kita lambangkan informasi di atas sebagai berikut:
· B = Kejadian
tes memberikan hasil positif.
· B = Kejadian
tes memberikan hasil negatif.
· A = Kejadian
seseorang menderita penyakit langka itu.
· A = Kejadian
seseorang tidak menderita penyakit langkat itu.
Kita ketahui juga peluang dari kejadian-kejadian berikut:
· P (A) = 2%
· P (A) = 98%
· P (B | A) =
97%
· P (B | A) =
9%
Dengan menggunakan rumus untuk peluang bersyarat, dapat kita
simpulkan peluang dari kejadian-kejadian yang mungkin terjadi dalam tabel di
bawah ini:
Misalnya seseorang menjalani tes klinik tersebut dan mendapatkan hasil positif, berapakah peluang bahwa ia benar-benar menderita penyakit langka tersebut?
Dengan kata lain, kita mencoba untuk
mencari peluang dari A, dimana B atau P (A | B).
Dari tabel di atas, dapat kita lihat
bahwa P (A | B) adalah peluang dari positif yang benar dibagi dengan peluang
positif (benar maupun salah), yaitu 0,0194 / (0,0194 + 0,0882) = 0,1803.
Kita dapat juga mendapatkan hasil yang
sama dengan menggunakan rumus teorema Bayes di atas:
Hasil perhitungan ini sangat berbeda dengan intuisi kita di
atas. Peluang bahwa orang yang mendapat hasil tes positif itu benar-benar
menderita penyakit langka tidak sebesar yang kita bayangkan. Cuma ada sekitar
18% kemungkinan bahwa dia benar-benar menderita penyakit itu.
Mengapakah demikian?
Ketika mengira-ngira peluangnya, seringkali kita lupa bahwa
dari seluruh populasi negara itu, hanya 2% yang benar-benar menderita penyakit
langka itu. Jadi, walaupun hasil tes adalah positif, peluang bahwa seseorang
menderita penyakit langka itu tidaklah sebesar yang kita bayangkan.
Kita bisa juga meninjau situasi di atas sebagai berikut.
Misalnya populasi negara tersebut adalah 1000 orang. Hanya 20 orang yang
menderita penyakit langka itu (2%). 19 orang dari antaranya akan mendapat hasil
tes yang positif (97% hasil positif yang benar). Dari 980 orang yang tidak
menderita penyakit itu, sekitar 88 orang juga akan mendapat hasil tes positif
(9% hasil positif yang salah).
Jadi, 1000 orang di negara itu dapat kita kelompokkan
sebagai berikut:
· 19 orang
mendapat hasil tes positif yang benar
· 1 orang
mendapat hasil tes negatif yang salah
· 88 orang
mendapat hasil tes positif yang salah
· 892 orang
mendapat hasil tes negatif yang benar
Bisa kita lihat dari informasi di atas, bahwa ada (88 + 19)
= 107 orang yang akan mendapatkan hasil tes positif (tidak perduli bahwa dia
benar-benar menderita penyakit langka itu atau tidak). Dari 107 orang ini,
berapakah yang benar-benar menderita penyakit? Hanya 19 orang dari 107, atau
sekitar 18%.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar